Hidup Sehat?? ......tidak susah koq !!!

Selasa, 12 Agustus 2008

Hidup sehat ?................tidak susah koq!!Gizi.net - Ada beberapa hal yang sering dilewatkan dalam menjalani hidup, sehingga akibat buruk dari kebiasaan ini akan datang mengganggu kesehatan kita. Hal ini bisa terjadi hanya karena kebiasaan hidup yang tidak teratur. Kebiasaan tersebut adalah antara lain melewatkan sarapan, kurang minum air putih, kurang gerak sampai dengan ngemil snack berkalori tinggi.

Menurut Pete Cohen, psikolog dan physical trainer, bahwa tidak ada manusia lahir dengan kebiasaan buruk. Kebiasaan ini dipelajari saat tumbuh dewasa. Cara yang paling jitu untuk membuang kebiasaan buruk adalah dengan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih baik. Menurut beberapa penelitian, diperlukan pengulangan 20 - 30 kali untuk kemudian menjadi kebiasaan baru.

Apakah semudah itu ??, sepertinya mudah saja, tapi kalau dijalani mengapa sulit??, karena kita memang hidup dilingkungan yang sudah mengesahkan kebiasaan-kebiasaan buruk itu menjadi hal yang biasa.

Ada beberapa tips dibawah ini, mengenai cara menghargai hidup dengan menjalani hidup secara sehat dan teratur, yaitu:

1. Minum air putih secara cukupKenapa terjadi? tubuh manusia tidak akan memberi sinyal berupa rasa haus sampai tubuh benar-benar kekurangan air atau mengalami dehidrasi. Mengapa air putih? karena dua per tiga tubuh kita terdiri dari air, maka air merupakan unsur terpenting bagi tubuh. Setiap hari kita kehilangan 1,5 liter air lewat kulit, paru-paru dan ginjal (berupa air kencing). Untuk itu kehilangan itu harus digantikan dengan jumlah yang cukup, sehingga tubuh akan terhindar dari kelelahan, sakit kepala, kulit kusam dan bad mood.

2. Sarapan pagi setiap hariKenapa terjadi? Alasan yang sering didengar adalah karena tidak cukup waktu untuk sarapan. Mengapa sarapan? Kalau sarapan terlewatkan maka akan mempengaruhi produktivitas kerja. Untuk itu 'dengarkan' tubuh anda dengan melakukan sarapan sehat secara rutin setiap hari. Sarapan sehat adalah makanan ringan yang cukup gizi seperti segelas susu atau jus buah atau sarapan siap saji yang kaya gizi dan rendah lemak.

3. Makan siang yang bergiziKenapa terjadi? Karena biasanya kelebihan karbohidrat sering terjadi saat makan siang, atau kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung protein sebagau sumber energi.Mengapa harus bergizi? Biasanya ngemil makanan tinggi kalori akan jadi pilihan utama apabila rasa lapar menyerang, seperti cokelat, keripik atau biskuit, yang banyak mengandung lemak, gula dan garam.Untuk itu memilih makan siang yang bergizi adalah cara yang bijaksana untuk mengatasi rasa lapar. Cara yang bijaksana menurut Dr. Wendy Doyle, ahli diet, dengan cara menambah lauknya, makan sepotong buah atau segelas yoghurt.

4. Siasati makan malamKenapa terjadi? Biasanya setelah lelah seharian kerja, maka akan malas kalau harus mempersiapkan makan malam. Mengapa disiasati? Karena biasanya bila tidak mempersiapkan makan malam maka fast food atau take-away food, yang pasti mengandung tinggi lemak dan garam. Cara mengatasinya??, makan sesuatu sebelum pulang kantor dan mengisi kulkas dengan bahan makanan yang lebih tahan lama simpan untuk keadaan darurat. Kalau terpaksa membeli makanan, lebih baik hindari makanan yang digoreng dan pikirkan makanan tersebut mengandung gizi, yang paling tidak, cukup.

Takut Makan Coklat ??

Senin, 11 Agustus 2008

Hidup sehat bersama cokelat? Apa memang bisa? Hm…Bukannya cokelat mengandung banyak kalori yang tidak baik untuk kesehatan terutama bagi mereka yang mempunyai masalah dengan berat badan dan jerawat? Anehnya, walaupun berkembang anggapan seperti itu, toh cokelat masih menjadi makanan favorit banyak orang dari berbagai status sosial, kelompok umur dan jenis kelamin, bahkan pada hari-hari tertentu ada yang identik dengan cokelat.
Tidak banyak yang tahu kalau cokelat mengandung antioksidan flavonoids yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Cokelat berasal dari tanaman kakao dan kakao sendiri sangat tinggi mengandung flavanols yang termasuk ke dalam golongan flavonoid phytochemical. Tanaman lain yang mengandung zat sejenis adalah tanaman teh dan anggur, namun kandungan flavanols pada cokelat jauh lebih tinggi daripada tanaman lain.

Lalu bagaimana dengan kandungan lemak yang ditemukan pada kakao? Yap, hal tersebut memang benar, kakao mengandung asam lemak jenuh, tetapi sebagian besar berupa asam stearat yang menurut beberapa penelitian tidak akan menaikan kadar kolesterol darah seperti halnya asam lemak jenuh lainnya. Asam lemak lainnya yang terkandung dalam biji kakao adalah asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh yang disebut palmitic fatty acid. Masalahnya, banyak produk cokelat yang dijual di pasaran sudah dicampur sedemikian rupa dengan bahan bahan lain sehingga lemak yang terkandung di dalamnya menjadi mirip dengan lemak susu dan lemak-lemak jenuh lainnya.
Satu sendok teh minyak kakao mengandung :8 gram asam lemak jenuh (4,5 gram berupa asam stearat dan 3,5 gram lemak jenuh yang lain).4,5 gram asam lemak tak jenuh.0,4 gram omega-6 dan lain lain.
Beberapa manfaat dari cokelat antara lain :

1. Cokelat diduga bisa menurunkan resiko serangan jantung.
Mengkonsumsi beberapa keping cokelat murni setiap hari dapat menurunkan resiko kematian akibat serangan jantung pada hampir 50% kasus. Pendapat ini diungkapkan oleh seorang peneliti dari John Hopkins University School, USA. Pada penelitiannya terungkap bahwa pembentukan gumpalan darah/trombus pada pemakan cokelat jauh lebih lambat daripada yang tidak mengkonsumsi cokelat. Hal ini tentu saja banyak benarnya karena bentukan trombus yang terlalu besar akan menyebabkan pembuluh darah jantung tersumbat dan bisa menyebabkan serangan jantung.

Diungkapkan pula kalau flavanols yang terdapat dalam biji kakao mempunyai efek biokimia menurunkan pembentukan gumpalan darah yang mirip dengan cara kerja aspirin tetapi efeknya tentu lebih rendah dari aspirin. Beberapa pendapat lain yang berkembang dalam hubunganya mengenai kegunaan cokelat dalam menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler antara lain : menurunkan tekanan darah, menurunkan oksidasi LDL kolesterol, dan mempunyai efek anti inflamasi. Sayangnya semua itu masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memperoleh hasil yang lebih akurat.

2. Cokelat dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan resistensi insulin.
Menurut penelitian yang dilakukan di Italia dengan membandingkan 15 orang sehat yang diberikan cokelat yang mengandung flavanols dan coklat yang tidak mengandung flavanols untuk kemudian diamati selama 15 hari, ditemukan bahwa resistensi insulin (faktor resiko kencing manis) pada kelompok yang mengkonsumsi cokelat yang ber-flavanols, sangat jauh menurun. Tekanan darah sistolik juga menurun pada kelompok ini.

3. Cokelat dapat memperbaiki sirkulasi darah arteri.
Orang sehat yang mengkonsumsi cokelat tinggi flavanols menurut para ahli mempunyai sirkulasi darah arteri yang bagus. Diungkapkan pula pada orang yang rajin mengkonsumsi cokelat tinggi flavanols, kemampuan pembuluh darahnya untuk berelaksasi sangat tinggi. Tentu saja semua ini sangat berguna untuk kesehatan jantung
Seperti yang saya ungkapkan di awal, sayangnya tidak semua cokelat yang beredar di pasaran mengandung antioksidan flavanoid yang tinggi. Cuma ada satu catatan penting yang harus diingat, yaitu semakin banyak kandungan cokelat murni dalam suatu produk cokelat maka semakin tinggi kadar antioksidannya.
Selain itu pula, jangan lupakan kalori yang terkandung di dalam cokelat. Seratus gram cokelat yang di jual di pasaran mengandung kira-kira 150 kalori. Jadi, semua manfaat cokelat akan lenyap jika seandainya makanan lain yang dikonsumsi juga mengandung kalori yang tinggi sehingga konsumsi kalori terlalu tinggi. Hal ini tentu sangat tidak menguntungkan untuk program diet anda.

So, jangan takut makan cokelat..

10 Cara Memilih Makanan Sehat

Siapa sih yang tak mau hidup sehat? Semua orang pasti ingin menjalani kehidupan sehat jasmani dan rohani. Menuju hidup sehat dapat ditempuh dengan banyak cara. Salah satunya lewat pola makan kita. Menurut para ahli, kunci jadi sehat adalah mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Singkatnya, kita bisa mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang tak hanya mengandung banyak kalori tapi kaya nutrisi. Berikut 10 tips yang dapat Anda ikuti untuk
mendapatkan makanan sehat, tapi juga masih terasa enak di lidah.

1. Konsumsi Makanan Yang Kaya Nutrisi.

Dibutuhkan 40 jenis nutrisi untuk membuat tubuh Anda tetap sehat. Dan satu jenis makanan saja tak bisa mencukupi asupan semua jenis ini. Pilihan makanan sehari-hari Anda seharusnya mencakup karbohidrat dan produk padi-padian penuh lainnya,buah-buahan, sayuran, produk susu serta daging, ikan atau makanan yang mengandung protein lainnya. Seberapa banyak makanan yang perlu seharusnya Anda makan tergantung dari kalori yang dibutuhkan tubuh Anda.

2. Konsumsi Padi-Padian Penuh, Buah dan Sayuran.

Survey menunjukkan kalau kebanyakan orang tak cukup mengkonsumsi jenis makanan ini. Apakah Anda sudah menyantap 6-1 porsi nasi atau sereal, apakah 3 porsi dari jenis yang Anda makan ini termasuk padi-padian penuh? Apa Anda sudah menyantap makanan yang terdiri dari 2-4 porsi buah dan 3-5 porsi sayuran? Jika Anda termasuk yang tak menikmati jenis makanan ini sebelumnya, maka mulai saat ini beri kesempatan pada diri Anda untuk mencicipinya.

3. Atur Berat Badan Seimbang.

Berat badan yang sesuai untuk Anda tergantung pada banyak faktor, termasuk jenis kelamin, tinggi badan, usia dan keturunan. Kelebihan berat berat badan membuat tekanan darah Anda meningkat, menyebabkan sakit liver, stroke, diabetes, dan beberapa jenis kanker atau penyakit lainnya. Tapi memiliki tubuh terlalu kurus juga bisa menyebabkan osteoporosis, ketidakseimbangan menstruasi dan masalah kesehatan lainnya. Jadi berat badan seimbang sangat mempengaruhi kesehatan.

4. Makan Dalam Ukuran Yang Layak.

Jika Anda mempertahankan ukuran porsi Anda yang masuk akal, lebih mudah untuk menyantap makanan yang Anda inginkan supaya Anda tetap sehat. Apa Anda tahu rekomondasi makanan masak yang disajikan adalah 3 ons. Ukuran sedang buah-buahan adalah satu porsi dan satu cangkir pasta yang seimbang dua porsi, dan 4 porsi es krim.

5. Makan Secara Teratur.

Melewatkan jam makan hanya akan membuat kontrol rasa lapar hilang, bahkan hasilnya malah jadi rasa lapar yang berlebihan. Saat Anda merasa lapar, itu juga berarti Anda melupakan soal nutrisi dalam makanan Anda. Menyantap camilan di antara jam makan satu-satunya cara yang dapat membantu Anda mengatasi rasa lapar, tapi jangan makan camilan berlebihan.

6.Kurangi, Bukan Membatasi Porsi Makan.

Kebanyakan orang menyantap makanan untuk menyenangkan diri. Jika makanan favorit Anda jenis yang tinggi lemak, garam atau gula, kunci untuk menjadikannya layak. Periksa terlebih dahulu kandungan dalam diet makanan Anda dan ubahlah jika itu perlu. Bagi orang dewasa yang mengkonsumsi makanan tinggi lemak atau produk susu penuh dalam setiap makanan mereka, sebenarnya sudah menyantap terlalu banyak lemak. Manfaatkan daftar nutrisi dalam label makanan untuk membantu Anda menyeimbangkan pilihan makanan.

7. Seimbangkan Pilihan Makanan Anda Setiap Saat.

Tak semua makanan harus sempurna. Saat Anda menyantap makanan tinggi lemak, garam atau gula, pilih yang bahan-bahannya paling rendah. Jika Anda melewatkan kelompok makanan ini dalam sehari, perbaiki di hari berikutnya.

8. Mengetahui Kesulitan Program Diet Anda.

Perbaiki kebiasaan makan Anda, pertama kenali apa yang salah dengan pola makan Anda. Tuliskan apapun yang Anda makan dalam tiga hari, lalu periksa daftar tersebut dan cocokkan dengan tips ini. Apa Anda terlalu banyak menyantap mentega, saus, krim atau salad? Dari pada menghilangkannya sama sekali, lebih baik kurangi porsi Anda. Apa Anda merasa tak puas dengan menyantap buah dan sayuran? Jika tidak, Anda mungkin melewatkan nutrisi vital dalam makanan.

9. Buat Perubahan Secara Bertahap.

Tak pernah ada 'makanan super' atau diet sehat yang mudah, jangan mengharapkan bisa langsung menghapus kebiasaan makan Anda dalam semalam. Mulai lah melakukan perubahan setahap demi setahap hingga mencapai hasil positif, dan jadi kebiasaan pola makan sehat sepanjang hidup. Untuk lebih mudahnya, jika Anda tak menyukai susu tanpa lemak, coba susu redah lemak. Pada akhirnya mungkin Anda juga akan menyukai susu tanpa lemak.

10. Ingat, Makanan Bukan Sebuah Kebiasaan Buruk.

Pilih makanan yang didasarkan pada pola makan total Anda, bukan berdasarkan 'baik' atau 'buruk.' Jangan merasa bersalah jika Anda menyukai makanan seperti pie, kripik kentang, cokelat atau es krim. Makan secara layak, dan pilih makanan lain yang dapat menyeimbangkan gizi Anda dan beragam yang lain, yang baik untuk kesehatan Anda

Ukur Berat Badan Ideal Anda

Jumat, 08 Agustus 2008


Diet Rendah Karbohidrat Lebih Efektif Kurangi Berat Badan

Dalam studi termutakhir terhadap orang gemuk dan obesitas, diketahui mereka yang menjalankan diet rendah karbohidrat lebih cepat menurunkan berat badannya dibanding dengan mereka yang melakukan diet rendah lemak. Setelah melakukan diet rendah karbohidrat selama 12 minggu, para responden berhasil menurunkan bobot tubuhnya sebanyak 4,9 kilogram, sedangkan mereka yang menjalankan diet rendah lemak hanya turun 2,5 kg.

Kemudian program menjaga berat badan tersebut dilanjutkan hingga 24 minggu. Namun tidak didapatkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok diet tersebut. Meski begitu, menurut Dr.Kevin C.Maki, salah seorang tim peneliti, diet rendah karbohidrat tetap lebih efektif untuk mengurangi lemak dan mengontrol berat badan.

Maki dan timnya meminta para responden untuk mengurangi kadar glycemic dengan cara mengurangi asupan karbohidrat dan banyak mengonsumsi makanan yang indeks glycemic-nya rendah, yakni makanan yang mengandung serat seperti sayuran, kacang dan gandum.Selama dua minggu pertama para responden diminta tidak mengonsumsi makanan yang memiliki kadar karbohidrat tinggi seperti buah dan makanan yang memiliki zat tepung. Mereka juga diminta menghindari alkhol, tetapi mereka diijinkan untuk makan sebanyak yang dikehendaki.

Sebaliknya responden dalam kelompok diet rendah lemak hanya diijinkan mengonsumsi 500 - 800 kalori per hari, menghindari makanan berlemak dan mengontrol porsi makanannya.Setelah 12 minggu, para responden dari kelompok diet rendah karbohidrat mengalami penurunan berat yang signifikan dibanding dengan kelompok diet rendah lemak. Setelah 36 minggu, kelompok rendah karbohidrat beratnya berkurang 4,5 kg, sedang kelompok diet lemak berkurang 2,6 kg, tidak terlihat perbedaan mencolok.

Diet Tanpa Olahraga

Diet dan olahraga selama ini dipercaya sebagai cara yang paling efektif untuk mengurangi berat badan. Namun laporan penelitian terbaru justru menyebutkan kalau berdiet saja lebih efektif dari diet plus olahraga.


"Untuk mengurangi berat badan, yang diperlukan adalah memperhatikan jumlah kalori yang dikonsumsi dan jumlah kalori yang dibakar lewat metabolisme dan aktifitas fisik. Namun hasil riset kami membuktikan bahwa yang penting adalah mengurangi kalori, entah itu lewat diet makanan atau olahraga setiap hari," kata Dr Leanne Redman dari Pennington Biomedical Research Center, Louisana, AS.

Dalam risetnya, Redman dan timnya melibatkan 35 responden yang terdiri dari 16 pria dan 19 wanita. Setelah 6 bulan, 12 orang dalam kelompok diet mampu mengurangi asupan kalori mereka sebanyak 25 persen. 12 orang dalam kelompok diet dan olahraga, porsi kalorinya berkurang 12,5 persen, namun frekuensi olahraganya meningkat 12,5 persen. Sedangkan sisanya, masuk dalam kelompok yang tidak berdiet dan olahraga.

Kelompok yang hanya berdiet saja berat badannya berkurang, sama dengan kelompok yang melakukan diet dan olahraga. Berat badan mereka berkurang 10 persen, massa lemaknya berkurang 24 persen dan lemak di bagian perut berkurang 27 persen.

Jika tujuannya memang hanya untuk mengurangi berat badan, diet saja atau olahraga memang efektif. Tetapi jika ingin menghindari penyakit, para ahli menyarankan melakukan olahraga teratur, khususnya aerobik, untuk menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes dan risiko terkena kanker.

Seperti dilaporkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, penelitian ini juga menunjukkan bahwa dengan olahraga teratur lemak akan berkurang di seluruh bagian tubuh dan bukan di bagian tubuh tertentu saja.

The Importance of Shape

What is your shape?

You may think you know when you look in the mirror, or you may be too busy trying to cover up unshapely areas to really see yourself as you are. Do you know how much fat you’re carrying, compared to how much muscle? Do you know where you tend to gain weight–upper body, lower body or around the middle? Until you know the answers to these questions, you are not ready to make your personal plan for losing weight and keeping it off. Understanding your body is the first step to reaching your best personal shape. As someone who teaches both doctors and the public about obesity, I believe weight loss has been overemphasized and body shape underemphasized. You have probably read about the Body-Mass Index (BMI), which is a weight-to-height ratio. If your BMI is greater than 25, you are considered overweight in the U.S., and if it is greater than 30 you are obese. This ratio has been a powerful way for scientists to document the obesity epidemic in this country and its effects on health and disease. However, when it comes to you as an individual, it can be misleading. A football player can be considered overweight on the BMI scale, but if the extra weight being carried is muscle, he is not really fat. A thin woman can have a normal BMI, yet still be over-fat. So shape counts.

Shapes are personal and go beyond the usual apple and pear. Women can have three typical body shapes–upper body fat, lower body fat and both upper and lower body fat. Men usually only get upper body fat. The upper body stores fat in times of stress and some people can lose and gain weight rapidly in the upper body. The lower body fat in women responds to female hormones such as estrogen and progesterone and stores fat for breastfeeding a newborn baby. Women who have both upper and lower body fat will lose their upper body fat first. Women with more upper body fat tend to have more muscle than women with lower body fat and will need more protein in their diet to help control their hunger. Losing weight is harder if you have lower body fat rather than upper body fat, but the medical benefits of losing your upper body fat are greater. Losing weight around your neck, face, chest and waist usually goes along with losing fat on the inside as well. So as you look better, you are also improving your health tremendously.

Finally, there are two more body shapes to consider: The shape you can change and the shape you can’t change. It is important to know the difference and work on the shape you can change, while adjusting your wardrobe and attitudes to the shape you cannot change. Due to low metabolism, many women with lower body fat can’t lose weight just by cutting calories. These lower body-fat cells are resistant to both exercise and diet. Only a personalized program can help make sure you get enough protein to control cravings and build or maintain lean muscle.

Overweight Children



Children who watch TV while eating are twice as likely to eat "junk" food as opposed to fruits and vegetables.
Today’s sedentary lifestyle for children is raising their risk of obesity, diabetes, osteoporosis and other disorders. Read how you can help reverse this alarming trend.
Today’s parents are having their pediatrician tell them their 11-year-old son has Type 2 diabetes or their 16-year-old daughter has osteoporosis. The “out-of-control” lifestyles fashioned by the adults of the past 40 years has led to a 50% increase in the diagnosis of Type 2 diabetes–the kind of diabetes that used to be known as “adult onset” because this obesity-related disorder wasn’t usually diagnosed until age 50 or older!


Making wellness a family affair

If we begin to place an emphasis on eating healthy foods and increasing activity levels in our children, we can reverse these alarming trends. Here are a few guidelines for dealing with overweight children. Be sure the child has been evaluated by a medical doctor to assure there are no reasons why losing weight would be a problem. Children can begin their day with a Dinomins multivitamin tablet and a shake made with nonfat milk or soy milk.


Stopping the epidemic

Choose to set the example of picking up an apple instead of an ice-cream bar. Stop smoking. Turn off the television or computer and shoot some hoops with your children or go for a walk. Be sure to take your dog so you won’t have a overweight dog at risk for diabetes and heart disease–yes, they develop the same diseases as people! Let’s make the 21st century the century of wellness. Let’s start today.